PENERAPAN TEKNIK PAGELARAN WAYANG BEBER DALAM PEMBELAJARAN MENGARANG SISWA SEKOLAH DASAR

Ida Widia

 

Abstrak

Pengajaran yang menyenangkan dengan media yang tepat, selain dapat membantu siswa dalam memahami suatu pesan, dapat merangsang kemampuan berbahasa siswa. Penyajian yang  menarik dan langsung akan memberikan stimulus yang positif sehingga siswa dapat mengungkapkannya kembali dengan sistematis sesuai dengan apa yang didengar, dilihat, dan dirasakannya.

Pengajaran yang paling disenangi siswa jenjang sekolah dasar adalah mendongeng. Mendongeng yang disertai dengan media akan membantu pemahaman siswa.Teknik pagelaran wayang, khususnya teknik pagelaran wayang beber sebagai media tradisional, dapat dijadikan alternatif lain oleh guru dalam kegiatan mendongeng.

Studi ini dilakukan untuk mengetahui tiga permasalahan, yaitu (1) mengetahui proses belajar mengajar dengan menggunakan teknik pagelaran wayang beber sebagai media mendongeng untuk meningkatkan kemampuan mengarang siswa sekolah dasar, (2) mengetahui cara penerapan teknik pagelaran wayang beber sebagai media mendongeng oleh guru, (3) mengetahui hasil belajar mengarang siswa dengan teknik pagelaran wayang beber sebagai media mendongeng.

Kata kunci: media pendidikan, teknik pagelaran wayang beber,  menulis Continue reading

ILUSTRASI DALAM BUKU AJAR SEKOLAH DASAR: KEKUATAN GAMBAR PADA PENCITRAAN

Lina Meilinawati Rahayu

Abstrak

Dalam artikel ini diteliti gambar-gambar yang menjadi ilustrasi buku ajar pada tingkat sekolah dasar (SD). Buku-buku yang dijadikan objek penelitian adalah buku sekolah elektronik yang diterbitkan Pusat Perbukuan (Pusbuk) Depdiknas, khususnya pelajaran Bahasa Indonesia. Pada kelas awal (khususnya kelas 1) gambar lebih mendominasi isi buku untuk membantu siswa memahami materi pelajaran. Ilustrasi/gambar memiliki kekuatan untuk mengonversi, suatu kekuatan yang harus dianalisis. Gambar dapat menimbulkan pencitraan tertentu yang kuat melekat dalam benak para siswa. Dengan kata lain, pemilihan gambar dalam buku ajar perlu dipertimbangkan karena akan mempengaruhi peserta didik pada pencitraan. Analisis akan menggunakan prinsip pemaknaan faktor kinesik (gerak tubuh) pada gambar-gambar yang menjadi ilustrasi buku ajar. Faktor kinesik yang menjadi fokus penelitian adalah gesture (gerak, isyarat, sikap) yang ditunjukkan pada gambar-gambar yang menampilkan relasi anak laki-laki dan anak perempuan. Gambar tesebut memposisikan anak perempuan sebagai sosok yang pemalu, penakut, pasif, dan perlu perlindungan memperlihatkan ada relasi kekuasaan yang bermain.  Penggambaran ini akan membawa pencitraan yang dapat mempengaruhi cara pandang peserta didik.

 

Kata Kunci: ilustrasi/gambar, pencitraan, gestur, relasi kekuasaan Continue reading